Uluhy Rubbuby

Inside YOU

Banyak sebutan yang dijadikan akhir tujuan bagi manusia untuk mengabdikan diri dan hidupnya dengan sebutan berbeda namun memiliki maksud dan tujuan serta dimaknai sama. Mesti beragam karakteristik dan perbedaan yang melekat namun konteks tujuan akhir pengabdian haruslah yang paling sempurna.

Aku telah menetapkan Allah sebagai Tuhanku Satu-Satunya dan tak ada yang serupa denganNYA. Dialah yang paling sempurna dengan segala sifat individual dan universal yang terdapat dalam 99 asma'ul chusna. Bagaimana dengan yang lain ?, gunakanlah akal baik-baik dengan cara nalar yang benar, pasti anda akan mendapatkan kesimpulan yang benar. "Iqro' !' "Bacalah !" begitulah Tuhanku memerintahkan kepada manusia pertama kali untuk mengenali siapa tuhannya. Akal adalah intinya, yang tidak dimiliki makhluk lain selain manusia, untuk itulah Al-qur'an dengan kalimat sederhana saya sebut sebagai 'The Concept' hanya dapat di pahami dan dimengerti dengan cara nalar yang benar melalui akal.

Aku telah menambatkan hati dan pikiranku, nafas dan jasadku, jiwa dan ruhku untuk tunduk dan mengabdi padaNYA. 

Untuk itu......

Dalam waktuku, aku selalu melihat diriku dengan jejak-jejak waktu berlalu untuk merencanakan tapak yang benar. Aku, dihadapan Tuhanku, tak ada yang ku harap selain pengampunanNYA. Atas kewajiban-kewajiban yang tak ku penuhi, atas perintah-perintah yang tak ku patuhi, atas larangan-larangan yang ku langgar, atas dosa-dosaku terhadap diriku sendiri dan orang lain disekelilingku. setiap saat yang ku toleh untuk mereview selalu saja terdapat dosa yang aku sengaja atau tidak sengaja atau bahkan terpaksa.

Aku dalam setiap diam dan tafakkurku, mengingat untuk memohon ampun dan do'a untuk dijauhkan dan dilindungi dari pengulangan dosa masa lalu.

Aku dalam setiap diam dan tafakkurku, membalur tubuh, nafas dan aliran darahku dengan istighfar dan do'a memohon ampunan dan keterjagaan dari debu-debu dosa yang beterbangan hinggap kepada siapa saja setiap saat.

Ya Allah, setelah tafakkurku, aku mohon izin untuk menghadapi sunnah hidup yang Kau titipkan padaku, 'dunia'. Ampuni aku kelak aku kembali padaMU.

"Diciptakan alam semesta ini karena dan untuk manusia, dan diciptakan manusia karena dan hanyalah untukKU.' (Al Hadits al Qudsy).

::: 

2010.09.01

Link to web log's RSS file

Human can only effort and God is The Master.
Let everything running as it has been,
unless, let Thy has His own justice to decide.
Aku berlindung diri kepada Allah dari segala godaan Syaitan yang terkutuk, dari merasa benar di jalan yang sesungguhnya sesat, dari keikhlasan yang sesungguhnya
Riya', dari kerendahan hati yang sesungguhnya sombong dan dari ibadah-ibadah suci yang sesungguhnya nista.
Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam hambaMU yang Kau berikan keni'matan hidayah : jauhkan aku dari ketersesatan.
Amin...... 


allahgif.gif

951882cixve6shbd.gif
quran2.gif

Disapearance.jpg

I

 AL FATIHAH 

Begtulah kita, terkadang merasa selalu benar hingga tak tahu bahwa kita benar atau salah. Keagungan akal kemudian berubah menjadi kesombongan sementara keluhuran nurani menjelma menjadi nafsu tak terkendali. Dialah manusia yang mampu menjungkir balikkan nash yang telah di tetapkan untuk di jadikan kuda hitam kendaraan mewujudkan keinginan. Hal demikian itu adalah kesesatan di jalan yang dirasa benar, kemurkaan Allah atas batas-batas yang sengaja disamarkan.

Di luar sana, pengakuan dan pengingkaran lebih lugas di ucapkan oleh makhluk seperti Jinn dengan segala konsekwensi demi memenuhi ambisi hawa nafsunya. Parameter yang tegas antara salah dan benar, baik dan buruk, kesombongan dan kerendahan hati dengan segala kejujuran untuk mengingkari.

Beda manusia dengan Jinn adalah kejujuran pada pengingkaran terhadap batas-batas tegas dan samar menyatakan suatu kebenaran tersebut. Sementara makhluk Malaikat tak memiliki kemampuan hal demikian karena tidak memiliki hawa nafsu dan pertimbangan akal yang memadai layaknya manusia.

Penegasan kejujuran terhadap batas-batas tegas dan samar terhadap kebenaran tersebut adalah titik kelemahan mendasar manusia, oleh karena itulah diturunkan Surah Al Fatihah dengan ciri khas tanpa sebab turun (asbabun nuzul) yang nyata melainkan penetapan nash secara langsung ke dalam memori dan hati Nabi Muhammad SAW untuk di sampaikan. Asbabun nuzul sudah pasti ada namun dengan ijtihad penulis dengan berbagai referensi, asbaabun nuzul Surah ini hanya dapat di mengerti dengan telaah mendalam terhadap hakekat penciptaan makhluk bernama manusia (seyogyanya manusia untuk mengenali diri sendiri), dengan demikian manusia akan memahami kenapa Surah Al Fatihah diturunkan secara khusus.

Allah ciptakan manusia dengan beban tanggung jawab agung sebagai pengelola bumi dan alam semesta dan kelemahan mendasar (sebagaimana disebutkan diatas) yang di tanamkan secara sederhana disebut sifat "labil" ; sifat yang di dasari oleh dua hal yang saling menegasi, yaitu Kecenderungan kepada kebenaran (al haniifiyyatus samhah) dan kecenderungan kepada hawa nafsu (al amaaroh bissuu'). Atas titik lemah mendasar yang ada dalam diri  manusia tersebut Allah dengan sifat mengasihi dan menyayangi, membekali manusia dengan barisan do'a yang di perintahkan untuk di panjatkan langsung melalui sholat 'ihdinash shiroothol mustaqiim' Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku jalan yang lurus, 'shirootholladziina an 'amta 'alaihim' jalan lurus bagi mereka yang Kau berikan kenikmatan, 'ghoiril maghdhuubi 'alaihim wa la dhdholllliin, Aaamiin' yaitu jalan bagi mereka yang bukan Kau murkai dan juga bagi mereka yang bukan Kau sesatkan.

Sungguh, aku berlindung diri kepadaMU, dari segala godaan Syaitan yang Kau kutuk dari segala samar yang menyesatkan.


Musik yang murni dihasilkan dari jiwa yang murni.

 Jiwa murni hanya dapat dihasilkan dari kepasrahan diri pada Penciptanya.

 

 

JUJUR 

Menterjemahkan nasehat guruku, bahwa kunci sukses -Selamat- hidup di dunia dan akhirat adalah "JUJUR".

aku terjemahkan kejujuran sebagaimana di nasehatkan dengan ikhtiar sebagai berikut :

1. Jujur di hadapan Allah Sang Pencipta dan Yang Maha Tahu, kejujuran yang satu ini bersifat primordial transendental yaitu antara Pencipta dan ciptaanNYA. Kejujuran ini mutlaq harus di sadari setiap manusia hidup.  Karena ke Maha Tahuan Allah tak satu makhluk hiduppun bersembunyi atau menyembunyikan sesuatu dari hadapanNYA. Oleh karenanya, seyogyanya manusia selalu bersikap dan menyadari bahwa kita manusia merasa selalu berhadapan denganNyA kapan saja dimana saja, dan bila kita tak mampu melakukannya, maka cukup kita yakini bahwa Dia Allah senantiasa melihat dan mengawasi kita. Sikap ini di sebut Ikhsan (Al Hadist). Sikap Ihksan ini biasa di kontekstualkan dalam keadaan sholat, namun bila diterapkan dalam konteks universal akan jadi lebih baik bagi manusia.

2.  Jujur pada diri sendiri, kejujuran ini bersifat individual. Di luar konteks ketuhanan, hanya diri sendiri manusia yang tahu sebenarnya tentang segala apa yang terjadi di dalam dirinya, baik hatinya, fikiranya dan perbuatannya. Namun manusia dalam tingkat kejujuran ini masih lemah di banding kejujuran pertama karena manusia memiliki kelemahan pada daya ingat dan memiliki hawa nafsu yang biasa mencari pembenaran dengan akalnya. Oleh karenannya, kejujuran pada diri sendiri ini memiliki persyaratan pokok aspek moral yang berakar dan kuat kepada keyakinan atas Tuhan Allah Yang Maha Tahu. Kejujuran ini adalah jembatan implementasi tauhid ke dalam tatanan kehidupan.

3. Jujur kepada yang lain. Kejujuran ini bersifat universal, tidak semata  terbatas pada ruang lingkup manusia namun lebih universal kepada makhluk ciptaan lain juga. Bila manusia menerapkan kejujuran yang satu ini, maka akan membawa manusia menjadi berkah bagi alam semesta. Kejujuran ini merupakan manifestasi tauhid pada tatanan kehidupan.

Demikian kira-kira kejujuran sebagaiamana di nasehatkan aku terjemahkan. Bilamana kejujuran tersebut dapat di tanam kuat di dalam jiwa dan pikiran setiap manusia, semoga manusia dapat terus mempertahankan amanah pengelolaan alam semesta sebagaimana di nashkan di dalam Al Qur'an sebagai Pengemban misi penciptaan.

Semoga bermanfaat. 

 


Kenali Kemunafikan Di Lingkungan Anda !

Cirir-ciri orang Munafiq : Kalau berkata bohong, kalau di percaya berkhianat dan kalau janji mengingkari (Al-Hadits).

'Munafik' berasal dari kata 'nafaqo' yang berarti menolak ; menolak kenyataan yang tidak sesuai kehendaknya. Dalam pengertian secara definitif diartikan sebagai upaya untuk mewujudkan kehendaknya melalui segala macam cara termasuk yang dilarang baik agama maupun etika sosial. 'Munafiq' adalah kata benda pelaku yang berarti 'Orangnya'. Pada zaman Rasulullah Muhammad,  orang/kaum munafiq didefinisikan lebih jelas dan detail dengan 3 (tiga) sifat tersebut dalam hadits. Tipikal kaum munafiq sangatlah sulit di deteksi karena menggunakan segala macam cara untuk membenarkan kehendaknya termasuk berbohong atas nama Tuhan. Dengan demikian kaum munafiq adalah kaum yang memaksakan dirinya sebagai tuhan atas kepentingannya.

Ciri sifat orang munafiq pada jaman Rosulullah lebih banyak melekat disandang oleh keturunan Yahudi (Bani Israel) ; kaum minoritas di lingkungan Arab waktu itu dan selalu bergerilya mempengaruhi publik dan penguasa untuk memuluskan tujuannya. Secara politik, mereka selalu dekat dengan Penguasa terus mempengaruhi kebijakan, secara sosial mereka terus-menerus menghasut secara halus mempengaruhi pikiran masyarakat. Hingga zaman kita hidup sekarang, ciri-ciri kemunafikan bukan lagi melekat pada klan keturunan Yahudi melainkan telah merasuk secara halus melalui proses internalisasi nilai, yaitu dalam proses transformasi informasi baik forum formal seperti sekolah dan lain-lain maupun non-formal seperti tayangan hiburan dan berita dan lain-lain.

Orang yang memiliki ciri sifat munafiq adalah orang yang sulit untuk bersyukur dan menerima fakta apa adanya dan cenderung memaksakan kehendak hawa nafsunya. Ego didahulukan dan ditinggikan dengan menerjang semua cara termasuk aturan Tuhan. Yang demikian itu adalah kesombongan yang nyata dihadapan Tuhan karena menganggap dirinya lebih penting dari Tuhan Penciptanya. Kenalilah lingkungan Anda, karena mungkin Anda akan menjadi korban kebiadaban sifat tersebut. 

Dalam konteks yang lebih luas, kemunafikan adalah gejala kejahatan yang rapi dan terorganisir, bergerak seperti siluman, tenang namun menghancurkan. Seperti virus yang melemahkan kekebalan tubuh dan segera mematikan. Pembunuhan karakter, pelemahan mental, penghapusan RAS secara perlahan, pembiasan ideologi dan iman serta pemusnahan tatanan etik dan norma sehingga kita tak memiliki lagi acuan kebenaran dan pegangan keyakinan. Kita bayangkan manusia di bumi hidup tanpa pegangan keyakinan yang jelas dan hanya mengikuti kehendak hawa nafsu duniawi tak terkendali. Tak ada beda manusia dengan binatang setelahnya.

Bahaya kaum munafik selalu ada di sekitar Anda, kenali baik-baik, antisipasi dan sikapi dengan benar ! Semoga selamat dalam kehidupan !.


Kontemplasi

Dulu aku hidup dengan parameter nilai yang di sanjung, di jaga dan dijunjung tinggi. Parameter nilai yang dilandaskan pada norma-norma agama dan adat. Namun kini generasiku hidup di tengah bangsa yang menempatkan uang dan tren semu sebagai parameter utama. Nilai ? entah kemana telah bergeser.

Hal pasti ku ingat, gerakan reformasi di Mei 1998 adalah permulaan perubahan itu mulai aku rasakan. Tren era keterbukaan informasi yang menjadi jargon besar reformasi telah benar-benar menjadi bumerang bagi bangsa ini. Saat internet menjadi mata paling tajam melihat setiap rahasia, tak peduli pribadi, kelompok, bisnis, politik bahkan kenegaraan. Membongkar ketabuan menjadi kewajaran dengan banyak alasan, alasan yang belum tentu dapat dipahami dengan sempurna oleh bangsa yang masih puber ini. Iming-iming pinjaman uang besar telah menyedot fokus perhatian tujuan bangsa dan negara, media dengan keterbukaan informasi telah membobol garda pertahanan terakhir karakter spesifik bangsa ini ; Tatanan Nilai. Pesantren yang identik dengan garda pertahanan terakhir nilai-nilai islam perlahan di rontokkan dengan issu-issu terorisme hingga orang moslem menjadi paranoid dengan keislamannya. Tak satu sudut ujung batas negara kita yang tidak di ketahui, satu-persatu kepribadian bangsa kita dilucuti. Perlahan namun pasti hakikatnya kita telah telanjang dan siap di bajui.

Aku cinta Bangsa dan Negeri ini, Bangsa yang lekat dengan nilai-nilai luhur berdasar keyakinan akan Ketuhanan yang kuat, bangsa yang memiliki karakter indah saling menghargai dan menghormati, bangsa yang memiliki kekuatan sumberdaya alam sebagai anugerah dan rahmat dariNYA, bangsa yang memiliki sejarah tak kalah besar dengan bangsa-bangsa lain (yang dibesarkan oleh propaganda), bangsa yang memiliki potensi menjadi pemimpin diantara bangsa lain dan bangsa yang mestinya mampu menjadi garda penjaga kesetabilan ekonomi, keamanan dan moralitas dunia.

Namun kini entah apa yang terjadi, propaganda begitu kuat menghegemoni. Kita telah menjadi merasa miskin, bodoh, lemah dan hampir tidak lagi memiliki kepribadian. Informasi dan Iming-Iming Uang menggiring kepribadian asal dan orientasi  ke arah yang tidak diketahui. Apa kita telah berbondong-bondong berjalan menuju absurd ?.

Entahlah dengan semua itu. Aku berfikir masih ada sisa harapan. Bila lembaga Pendidikan kini telah kehilangan akar nilainya, semoga pesantren masih menjadi kantong-kantong akar nilai yang dapat menyembuhkan.(Nov. 6, 2012)

 

 

taubat.JPG
Self Awarness

273156iuyptgiyts.gif
Love Secret

 

 

Manusia, Semesta & Tuhan

 

Semesta dalam dimensi eksklusif adalah manifestasi Zat Allah yang berfungsi sebagai medium-perantara antara manusia dan Tuhan.

Di tengah perjalanan mediasi, manusia lebih sering terlena, lalai dan terjebak atas keindahan dan kenikmatan semunya sehingga manusia tidak sampai menuju kepadaNYA, sebaliknya terperangkap, terjerat dan terpenjara bahkan tersiksa hingga tewas didalamnya sia-sia.

"ihdina sshirothl mustaqiim", afirmasi untuk memohon yang secara eksklusif di diktekan Allah khusus untuk manusia, merupakan berkah kasih sayang Allah yang nyata atas ke-Maha PengetahuanNYA terhadap titik terlemah hamba ternulia. 'Ayat' yang merupakan tali dan cahaya, terang dan kuat untuk dimohonkan agar selalu tetap lurus dan fokus menjalani tahapan-tahapan sunnatullah di jalur yang benar sehingga tidak tersesat, terjerat, terperangkap, terpenjara dan tersika serta mati dalam keadaan sia-sia karena tidak pernah sampai padaNYA.

 

Poem.

Kesinilah hamba istiqomahKU.

Jangan kau hiraukan keindahan semu sekelilingmu.

Tunggangilah kuda yang telah Ku siapkan.

Berilah dia rumput dan air agar selalu senantiasa bugar dan bersemangat mengantarmu.

Berikan dia sepatu dan pelana dari kulit rusa yang dagingnya kau makan untuk hidupmu.

Tautkanlah akar-akar pepohonan yang bergelantungan untuk kau jadikan tali,

sehingga menarik kereta kencana dari kayu dan logam-logaman yang KU berkahkan.

Rangkumlah seluruh kebajikan semesta untk menghiasi.

Hingga kau nikmati perjalanan indahmu menuju kepadaKU.

 

Demikianlah semestinya manusia memanfaatkan medium alam semesta - DUNIA - untuk menuju dan mencapai kepadaNYA. 

 

 

This website is privilege non-commercial, dedicated to my special purpose & peace. (T r i a n)

hendrawan@primecause.net